Om, Yang Itu Boleh

Tenda sederhana warung kaki lima di tikungan jalan aku memarkirkan motor. Hilir mudik orang berjalan lalu lalang entah darimana dan mau kemana. Saat aku masuk ke dalam warung tenda ini, ada bapak setengah baya sudah duduk di ujung sana. Sementara aku pilih duduk di ujung lainnya. Tak lama ibu setengah baya menyusul masuk ke warung tenda ini dan duduk tak jauh dariku.

Mendadak gagap untuk sekedar mau pesan apa yang sedari tadi ingin aku telan dengan segera. Belum sempat aku membuka mulut untuk sekedar memesan makanan, ibu tadi main tunjuk-tunjuk makanan yg mau dipesannya. Bang, bungkus lima, yang dua pake ini gak usah itu. Yang dua lagi itu aja. Lainnya campur. Oh ya tambah itu donk. Ini juga. Bungkus ya. Banyak bener syaratnya hanya untuk porsi makanan yang hanya beda di lidah dan tenggorokan, selebihnya sama. Ups..

Sudah lah biarlah ibu ini yang dilayani dulu. Setengah menggerutu ternyata pesanan ibu ini banyak gila. Belum lagi pesanan tambahan yang spontan dia perintahkan untuk segera dilayani. Praktis tak ada sela untukku memesan semangkok bubur kacang ijo yg sedari tadi menari2 di depan mataku. Hhmm.. apa iya kudu nunggu adzan Isya utk sekedar ngisi perut yg seharian kosong? Ah, ini urusan kecil bray, emang kudu sabar dan ngalah, apalagi pd ibu-ibu. Loe gak sabaran mending loe ikutan pake rok deh. Entah obrolan siapa nyangkut di otakku.

Kl urusan yg begini jadi ingat derita antri nasi uduk, antrian selalu diserobot ibu-ibu dan gak tegaan untuk sekedar ngingetin. Apalagi sampai protes menegur ibu-ibu. Semoga tuhanku mencatat ini sbg bentuk penghormatanku pada orang tua. Give me amiinn guys.. tq.

Belum juga giliranku dilayani tiba. Seorang anak kecil mengagetkanku dari balik tenda warung ini. Bu minta.. Pengemis kecil ini mengiba ke ibu setengah baya tadi. Tak henti mulutnya meminta, matanya sesekali ikut menghitung berapa bungkus pesanan ibu setengah baya itu. Sampai juga kebosanannya menunggu pemberian dari sang ibu. Drama sedih kali ini sad ending, alias tak menghasilkan sekeping receh pun. Bisa ditebak, kini si anak dekil ini beralih ke yang lain, dan itu adalah aku.

Drama sedih kembali diulang. Om..minta om.. Om..minta.. Begitu terus ucapnya yang tak henti terngiang di telingaku. Mungkin sudah menjadi komitmen, entahlah, dengan halus aku kibaskan tangan tanda aku tak berkenan. Sikap ini bukan terinspirasi pemberitaan media massa bahwa penghasilan pengemis bisa mengalahkan gaji seorang manager. Atau investigasi reporter tivi tentang seorang korlap pengemis yang hidup bergelimang harta. Jauh, jauh sebelum berita itu booming aku sudah tak tertarik ‘beramal’ dengan cara seperti ini. Banyak kok lembaga resmi yang bisa menyalurkan bantuan. Ya, itulah secuil alasan untuk membenarkan sikapku. Sementara para pemberi sedekah tetap saja tampak bodoh termakan wajah melas. And You know? This is very-very kacrut.

Bisa jadi kalau ada orang yang ghiroh/semangat beramalnya lagi tinggi spontan akan meneriakiku pelit. Hai guys, denger jawaban gwa ini ya. Sebodo teuing dibilang pelit. Bodo amat loe mau ngomong apa. Mending loe aja yg jabanin pengemis. Di warung tenda ini baru satu orang, sekalian loe hitung ada berapa banyak pengemis di sepanjang jalan ini. Dan tolong sekalian disantuni semua. Beramal jangan nanggung, pentokin. Kalau perlu sampe loe gak mampu nyantuni lagi. And plis gak usah sibuk memberi label orang dermawan atau orang pelit pada setiap orang yang berada pada situasi seperti ini. Pls noted ya. Satu lagi. Loe pikir loe yang mau bagi-bagi pahala? Entahlah, kalau difilmkan, mungkin tampak malaikat dan setan sedang seru-serunya berantem di kepalaku. Tapi, ngapain juga aku jadi emosi gini? Hehehe..

Hingga tiba kebosanan anak ini meminta-meminta uang padaku. Dan kini giliranku dibuatnya kembali kaget untuk yang kesekian kalinya. Sama sekali tidak aku duga. Om kalau yang itu boleh? Tanya lugu anak itu kepadaku. Aku pun memandang ke wajah anak ini. Perawakan dekil dan baju lusuh yang ia pakai. Anak ini menunjuk deretan makanan yang berjajar di atas meja dan bergegas mendekatinya. Tanpa memperdulikan aku lagi apakah mengiyakan atau tidak. Masih setengah bengong kali ini spontan aku bilang, “Ambil.”

Belum berujung kebingunganku, tangannya sudah sibuk memilih-milih makanan yang dia suka. Abang penjual setengah ragu mau melarang anak itu lancang memilih2 makanan yg dia jajakan rapi di atas meja. Tapi sesekali dia melihatku untuk memastikan aku menanggung semua makanan yg anak itu ambil. Sementara itu bubur kacang ijo sudah ada di hadapanku menanti untuk aku santap. Dan sekerat roti bersanding teh hangat yang sedari tadi aku pesan setia menunggu untuk kusantap.

Puas dia memilih makanan yang dia sukai. Om, makasih ya. Tanpa menunggu jawabku dia sudah ngeloyor keluar dari warung tenda ini. Pergi entah kemana dengan tangan memegang makanan yang tadi dia pilih. Hai guys, loe yg sibuk menghakimi gwa sedari tadi. Tlg yang barusan terjadi jangan sampai lepas dari catatan loe. Bisa jadi inilah bedanya, benar gwa gak sudi kepingan receh jatuh ke tangan pengemis. Tapi apakah loe sudi lembaran uang loe untuk bayarin makanan yang loe sendiri gak ikut makan? Pikir baik-baik itu. So be wise guys.

Udah bang, jadi berapa?

Sepanjang jalan ini, aku berpikir, kesempatan indah itu kadang datang tak terduga. Kadang menghampiri di antara keangkuhan hati. Dan kadang hinggap pada orang-orang tertentu, yaitu orang yang dipilih oleh sang pencipta. Maka bersyukurlah kalau engkau memiliki kesempatan itu. Begitulah tuhanmu mengajarkanmu tentang hidup. Dia tak butuh sembahmu, tetapi Dia melihatmu bagaimana kamu memperlakukan sesamamu.

 

Protected: Human and System

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: (F) B’day @Bdg

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Bahaya Ponsel di Dalam Pesawat

Artikel diambil dari surat kabar Bisnis Indonesia 27 Oktober 2004 Mengapa Ponsel Tak Boleh Dipakai di Dalam Pesawat Terbang ?

Menggunakan ponsel di dalam pesawat terbang – baik sedang mengudara maupun ketika pesawat sedang berada di darat -berpotensi membahayakan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat. Di samping itu, juga melanggar kepantasan dan tatakrama.

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja lepas landas dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor di bagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang final approach untuk mendarat di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian,23-9-1998).

Daftar ini masih dapat diperpanjang lagi. Mereka yang tak peduli akan keselamatan dirinya, dan penumpang lainnya, boleh saja terus bersikap tak peduli akan larangan mengaktifkan ponsel dalam pesawat. Tetapi seorang kapten tentara Arab Saudi dihukum cambuk 70 kali karena kedapatan menyalakan ponsel di dalam pesawat. Seorang teknisi Inggris dijebloskan ke penjara selama setahun karena menolak permintaan pramugari British Airways untuk mematikan ponselnya. Menurut peraturan FAA (Federal Aviation Administration) mengaktifkan ponsel di dalam pesawat terbang – bukan saja selama penerbangan – adalah pelanggaran hukum (illegal) dan dapat dihukum atas dakwaan membahayakan keselamatan umum.

Di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, segera terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai dirinya dan penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuissance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang.

Matikan Selama di Pesawat

Ponsel harus dimatikan – tidak hanya diswitch agar tidak berdering – selama berada di dalam pesawat. Ulangi : selama berada di dalam pesawat. Ini penting ditegaskan karena banyak orang menyimpulkan sendiri bahwa ponsel hanya berpotensi bahaya ketika pesawat mengudara.

(Silakan lihat daftar gangguan ponsel pada tabel).

VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, disebabkan oleh ponsel

Arah terbang melenceng, disebabkan oleh ponsel

Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, disebabkan oleh ponsel

Gangguan sistem navigasi, disebabkan oleh ponsel

Gangguan frekuensi komunikasi, disebabkan oleh ponsel

Gangguan indikator bahan bakar, disebabkan oleh ponsel

Gangguan sistem kemudi otomatis, disebabkan oleh ponsel

Gangguan arah kompas, , disebabkan oleh komputer, CD, game

Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator), disebabkan oleh gameboy

dan banyak lagi lainnya

SUMBER : ASRS (Aviation Safety Reporting System)

Dengan memahami daftar gangguan ini, kita menyadari bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel. Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik. Potensi kecelakaan masih dapat terjadi di darat ketika pesawat sedang bergerak menuju pintu embarkasi (gate) karena gangguan komunikasi.

Gangguan di Darat

Sebenarnya, secara teknis penggunaan ponsel di dalam penerbangan lebih mengganggu sistem telekomunikasi di darat (terrestrial) ketimbang gangguan pada sistem pesawat terbang.

Seperti kita ketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio, melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak diatas Jakarta). Overloading terhadap BTS karena penggunaan ponsel di udara dapat sangat mengganggu para pengguna ponsel di darat.

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama? Sekiranya kita terbang, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang. Aktifkan ponsel Anda setelah Anda berada di gedung terminal.

Protected: Konsep Aquarium

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: Aquarium Air Laut

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Cinta Tumbuhan Sebagian Iman

Jika engkau berpikir untuk satu tahun ke depan, semailah sebiji benih.
Jika engkau berpikir untuk sepuluh tahun ke depan, tanamlah sebatang pohon.

Kalimat bijak di atas adalah pepatah Cina yang sudah ada sejak 500 tahun sebelum Masehi. Di masa yang amat lalu itu ternyata orang sudah menyadari arti penting pohon. Hal ini bisa dibilang ironis, karena pada masa itu, jumlah pohon yang menutupi permukaan bumi relatif lebih banyak dari sekarang. Pun, tingkat pembangunan yang menyebabkan polusi masih belum setinggi saat ini. Namun demikian, keberadaan sebatang pohon sudah disadari betul manfaatnya, tercermin dari kata-kata bijak di atas tadi.

Mengapa sebatang pohon begitu penting artinya, sampai-sampai dipandang sebagai “bekal yang cukup” untuk hidup sepuluh tahun ke depan? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah karena sebatang pohon mampu memberikan banyak manfaat. Di masa lalu, pohon adalah penyedia naungan, makanan, dan kayu bakar bagi manusia. Kini, di masa yang bentuk kehidupannya lebih kompleks, peran pohon pun juga bertambah. Berikut bisa Anda simak 30 alasan mengapa pohon sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

1. Mengurangi efek rumah kaca. Efek rumah kaca disebabkan oleh polutan gas CO2 yang lepas ke udara dan terakumulasi di atmosfer. Pohon adalah “pelahap” CO2 yang rakus. Dalam pertumbuhannya, sebatang pohon membentuk masa batang, utamanya dari karbondisoksida yang diserap untuk fotosintesis. Sebatang pohon mampu menyerap 6 kg CO2/tahun. Karena itu 1 acre (± 4.047 m2) hutan berisi pepohonan muda menyerap 2,5 ton CO2/tahun. Pohon mencapai kemampuan maksimalnya menyerap CO2 sekitar usia 10 tahun. Sebatang pohon yang ditanam di perkotaan (yang notabene memiliki kadar polusi CO2 lebih tinggi) setara nilainya dengan penyerapan CO2 oleh 15 pohon di hutan.

2. Meningkatkan kualitas air tanah. Pepohonan mengurangi aliran permukaan (run-off), karena akarnya menyerap air yang jatuh ke tanah. Lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah artinya lebih banyak kesempatan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah. Hal ini juga mengurangi tercemarnya air tanah oleh bahan kimia yang ada di permukaan tanah.

3. Pepohonan membersihkan udara yang kita hirup. Partikel debu, CO, SO2, dan polutan-polutan lain akan diserap oleh tanaman sehingga kita bisa menghirup udara yang lebih baik kualitasnya.

4. Udara yang kering dan panas bisa diatasi dengan menanam pohon. Pepohonan akan menambah kelembaban atmosfer dan pada akhirnya bisa mengurangi konsumsi air (misalnya untuk menyiram tanaman).

5. Mengurangi erosi tanah khususnya di lahan miring. Ketika hujan turun, akar pohon akan menyerap air. Jika tak ada yang menyerap, air yang mengalir di permukaan akan membawa serta lapisan tanah, khususnya lapisan atas tanah yang subur.

6. Jika diperhitungkan secara keseluruhan, pepohonan yang tumbuh di suatu kota bisa “mendinginkan” kota tersebut. Kota adalah pulau panas (heat island) yang suhunya 5—9 derajat lebih tinggi dari daerah suburban. Dan setiap tahun, kota cenderung melakukan ekspansi ke daerah suburban. Dengan demikian pulau panas yang tercipta lama kelamaan makin besar. Pepohonan khususnya yang bertajuk besar mampu mendinginkan kota melalui bayangan tajuknya dan proses evapotransipasi yang melepaskan uap air ke udara.

7. Pepohonan yang ditanam di dekat badan air mencegah pendangkalan dan penyempitan badan air. Erosi oleh aliran permukaan akan membawa tanah lalu mengendapkannya di badan sungai dan laut. Selain itu pohon yang tumbuh di dekat air (misalnya jenis tanaman bakau) menyediakan habitat ideal bagi hewan air, misalnya kepiting. Nah, Anda tentu tak ingin bukan bila lima puluh tahun lagi, cucu Anda tak bisa menikmati lezatnya kepiting saus padang akibat sang kepiting tak punya tempat hidup lagi.

8. Rumah yang memiliki pepohonan dan tanaman hias yang tertata rapi akan meningkat harga jualnya. Karena secara keseluruhan penampilan rumah menjadi lebih cantik.

9. Pada skala perumahan, pepohonan dan taman akan menambah keindahan lingkungan. Tak heran jika kini banyak pengembang yang sengaja menyisihkan tanah yang lumayan luas untuk membuat taman perumahan. Dengan adanya taman, lingkungan lebih cantik dan asri, harga jualnya pun cenderung lebih tinggi.

10. Selain fungsi estetika, pepohonan yang ditanam berjajar di tepi jalan bisa berfungsi sebagai penanda area dan menunjukkan arah/pengarah.

11. Kondisi perkotaan yang kumuh dan gersang bisa diperbaiki dengan menanam pepohonan dan membuat taman kota.

12. Tergantung dari jumlah, ukuran, dan lokasi tumbuhnya, keberadaan pohon bisa mengurangi ongkos pemakaian AC hingga 30%. Sebatang pohon dewasa, melalui proses evapotranspirasi bisa menghasilkan efek pendinginan yang setara dengan sebuah AC ukuran ruangan normal yang beroperasi selama 20 jam sehari.

13. Mengurangi stress. Setelah lelah bekerja seharian, tentunya sangat nyaman jika sesampainya di rumah kita disambut oleh hijaunya taman yang asri. Keampuhan pohon dalam meredam stress dibuktikan dengan penelitian di laboratorium. Sejumlah relawan yang melihat gambar hutan mengalami penurunan tingkat tekanan darah dan tegangan otot yang signifikan setelah lima menit.

14. Berdasarkan riset yang dilakukan di sejumlah rumah sakit di Amerika, pasien yang kamarnya menghadap ke taman, lebih cepat sembuh ketimbang pasien yang hanya “menikmati” tembok bangunan.

15. Kondisi bumi yang makin panas, rupanya juga berpengaruh pada temperamen orang yang semakin keras dan brutal. Hal ini utamanya terjadi di daerah perkotaan yang memang lebih sedikit memiliki area berpohon. Pepohonan bisa menyediakan lingkungan yang lebih sejuk, nyaman dan rileks. Kondisi ini secara psikologis akan membantu “mendinginkan” temperamen manusia perkotaan.

16. Pepohonan juga memberikan tempat rekreasi yang murah meriah bagi Anda dan anak-anak. Duduk-duduk di bawah pohon rindang sambil membaca buku dan menikmati bekal adalah rekreasi sederhana yang asyik namun tidak menguras dompet. Dengan berada di alam, Anda juga bias mengajarkan ilmu hayati kepada anak secara lebih nyata.

17. Pepohonan tertentu memiliki nilai medis yang bisa dimanfaatkan, baik untuk keperluan sendiri maupun keperluan komersial. Misalnya dengan mengeringkan dan mengemas bagian pohon yang berkhasiat untuk dijual sebagai obat herbal.

18. Penanaman pohon dan semak-semak akan secara signifikan mengurangi polusi suara, khususnya untuk rumah-rumah yang terletak di tepi jalan raya yang sibuk.

19. Pepohonan yang ditanam berjajar dan berlapis akan berperan sebagai penghalang pandangan guna meningkatkan privasi penghuni rumah.

20. Pepohonan dan semak-semak yang ditanam di sekitar rumah bisa melembutkan “garis-garis keras” bangunan.

21. Pepohonan juga berpotensi menghasilkan angin sepoi-sepoi dari gesekan dedaunan yang memberikan efek nyaman bagi penghuni rumah.

22. Bayangan tajuk pohon bisa mengurangi efek silau dari jalan dan lapangan parkir plus membuatnya lebih sejuk.

23. Jika Anda gemar bercocok tanam maka pepohonan yang ditanam di halaman akan membantu pertumbuhan tamanan lain yang lebih kecil. Keberadaan pohon menciptakan iklim mikro yang membuat lingkungan hidup bagi tanaman-tanaman lain lebih nyaman dengan mengurangi terpaan angin dan panas yang bisa menimbulkan stress bagi tanaman. Pohon juga melindungi terkelupasnya lapisan top soil atau humus yang subur dan berguna bagi pertumbuhan tanaman.

24. Pohon buah-buahan yang Anda tanam di halaman akan memberikan hasil bumi yang segar dan lebih sehat karena bebas pestisida.

25. Penanaman pohon dalam jumlah besar bisa menjaga ketersediaan suplai kayu untuk kebutuhan bahan bangunan rumah dan furnitur.

26. Selain membersihkan udara, keberadaan pohon, khususnya yang berbunga bisa mengharumkan udara. Contohnya adalah sebatang pohon cherry yang bisa mengharumkan udara dengan 200.000 kuntum bunga saat musim semi.

27. Pohon—khususnya yang menghasilkan buah atau kacang—adalah rumah yang nyaman bagi hewan-hewan liar seperti tupai dan burung. Tentunya sangat nyaman bila pagi hari Anda disambut oleh kicauan burung.

28. Serasah daun pohon yang berguguran ketika melapuk dan membusuk akan membentuk lapisan humus yang menyuburkan tanah dan meningkatkan kualitas media tanam bagi tanaman lainnya.

29. Anda sedang ingin membentuk badan? Aktivitas merawat pohon (memupuk, memangkas, menggemburkan tanah, dan menyapu daun-daun keringnya) bisa menjadi olahraga ringan yang membantu menyehatkan dan membentuk tubuh.

30. Dengan menanam pohon, berarti Anda mewariskan sesuatu yang berarti bagi anak cucu Anda.

Jadi, mari kita menanam pohon mulai dari sekarang. Go green.. go green..