Antara Piring dan Ruh

Ada tiga orang yang masing-masing dipinjami sebuah piring. Piring bersih ini sengaja dipinjamkan oleh pemiliknya kepada tiga orang yang berbeda.

Orang pertama dipinjami piring ini, digunakan setiap hari sampai selesai dan mengembalikan piring tersebut sudah dalam keadaan bersih. Maka sudah barang tentu sang pemilik piring akan merasa senang, karena piring yang dia pinjamkan kembali dalam keadaan bersih.

Orang kedua sebagaimana orang pertama tadi juga menggunakan piring pinjaman tersebut. Saat tiba waktunya dikembalikan piring tersebut masih dalam keadaan kotor. Maka tentulah sang pemilik akan merasa kecewa.

Begitu juga orang ketiga saat mengembalikan piring tersebut masih dalam keadaan kotor bahkan sudah pecah. Terbayang bagaimana marahnya sang pemilik piring?

Itulah gambaran diri kita hadir disini. Allah lah pemilik piring itu. Dan piring itu adalah ruh yang ada di tubuh kita. Allah tiupkan ruh sedari awal dalam keadaan bersih dan suci. Ia tumbuh dan hidup di dunia ini dengan segala lika-liku hidupnya. Begitulah piring itu digunakan.

Piring yang bagus bukanlah piring yang tidak digunakan. Piring yag bagus adalah piring yang bermanfaat. Dia mungkin akan tersentuh kotor. Dan piring yang benar-benar bagus adalah piring yang segera dibersihkan saat tersentuh kotoran.

Begitulah ruh kita yang mungkin sering bersentuhan dengan kemaksiatan dunia. Namun ruh yang baik akan selalu segera dibasuh dengan tobat agar kembali bersih. Dan bila saat pemiliknya meminta piring sudah dalam keadaan bersih, tentu pemiliknya akan merasa senang.

Namun bayangkan bila piring itu kembali ke pemiliknya masih dalam keadaan kotor bahkan pecah? Betapa murkanya sang pemilik piring. Saudaraku, seandainya kita yang sedang memegang piring itu, sudahkan kita menggunakannya agar membawa manfaat dan menjaganya agar tetap bersih? Belum ada kata terlambat saat mata kita masih bisa membaca tulisan ini.

Abi Raihan, catatan terbuka, 13-11-09

Advertisements

Adap Ketika Hujan

1. Takut dan Kawatir terhadap siksa Allah

Ummul mukminin Aisyah ra. : Aku tidak pernah melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga terlihat lidahnya, beliau hanya tersenyum. Apabila beliau melihat awan mendung dan angin kencang, maka wajah beliau akan segera berubah.

Aisyah berkata, “Wahai rasulullah aku memperhatikan apabila manusia melihat awan mendung mereka bergembira karena mengharap hujan kana turun. Namun aku memperhatikan dirimu jika mendung datang, kegelisahan nampak di wajahmu.

Maka rasulullah pun menjawab, “Wahai Aisyah, tidak ada yang menjaminku, bahwa awan tersebut mengandung adzab. Sungguh suatu kaum telah diadzab dengan angin kencang sedangkan mereka mengatakan, “Inilah awan yang akan mengirimkan hujan kepada kami.” (HR Muslim)

2. Berdoa ketika turun hujan

Apabila hujan turun maka beliau (nabi SAW) sering berdoa, “Ya Allah turunkanlah hujan yang baik dan bermanfaat.” (HR Bukhari) Rasulullah juga bersabda, “Bergegaslah berdoa di waktu yang mustajab, yaitu ketika bertemunya dua pasukan di medan pertempuran, sholat hendak dilaksanakan, dan turunnya hujan.” (Imam Ibnu Qayyim, kitab Zaadul Ma’ad)

3. Memperbanyak rasa syukur kepada Allah

Bumi yang semula tandus(kering) akan kembali subur ketika hujan membasahinya. Ini merupakan salah satu nikmat Allah yang diturunkan kepada hamba-Nya, maka bersyukurlah. Sebagaimana firman Allah, “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang tidak bersyukur sesungguhnya Allah maha kaya dan maha terpuji.” (Luqman-12)

4. Mengguyur sebagian badan dengan air hujan

Dari Anas, “Hujan mengguyur kami beserta rasullullah SAW. Kemudian rasulullah SAW menyingkap sebagian bajunya sehingga hujan membasahi tubuhnya. Kami bertanya, “Wahai rasulullah, mengapa engkau lakukan hal itu?” Beliau menjawab, “Aku melakukannya karena hujan tersebut adalah Rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah.” (HR Muslim).  Hadits ini merupakan dalil bagi pendapat rekan-rekan kita (ulama bermazhab Syafii) yang menyatakan bahwa dianjurkan menyingkap bagian tubuh selain aurat ketika permulaan hujan agar hujan mengguyur tubuhnya.

5. Berdzikir setelah turunnya hujan

Rasulullah SAW bersabda, “Hujan diturunkan kepada kami dengan karunia dan Rahmat-Nya.” (HR Bukhari – Muslim)

6. Berdoa agar cuaca dicerahkan kembali

Apabila hujan turun dengan derasnya, maka kita dianjurkan untuk berdoa kepad aAllah agar cuaca dicerahkan kembali .

7. Berdoa ketika mendengar petir

Dari Abdullah ibnu Zubair, tatkala rasulullah SAW mendengar petir, beliau berdoa, “Mahasuci Allah, dimana petir bertasbih dengan memuji-Nya, dan juga malaikat karena takut akan kemarahan-Nya.” (HR Bukhari)

1 Tamparan Untuk 3 Pertanyaan


Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya?

Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab  pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan :

1. Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya

2. Apakah yang dinamakan takdir

3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan  ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?

Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah   jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan  kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.

Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda : Ya!

Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.

Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama… kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun setan dijadikan dari api dan  neraka juga   terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang  menyakitkan untuk setan.

Mengapa Islam Mengharamkan Babi


Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah dan babi dalam Islam, diulas dari sudut pandang logika dan ilmu kesehatan. Semoga bermanfaat.

Disadur ke Bahasa Indonesia dari jurnalnya idan, yang diambil dari mhaniff.

————————————————————

Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan mengenai kata-kata “Halal” dan “Haram”; apa arti dari kata-kata tersebut?

Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, dan apa-apa yang tak diperbolehkan diistilah- kan sebagai Haram, dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.

Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?

Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.

Bob: Apa maksud anda?

Yunus: Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.

Bob: Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru menyadari akan hal ini.

Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topic makanan; Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi?

Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur’an dalam pengkonsumsian babi, bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga, pada Leviticus bab 11, ayat 8, mengenai babi, dikatakan, “Dari daging mereka (dari “swine”, nama lain buat “babi”) janganlah kalian makan, dan dari bangkai mereka, janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu.”

Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.

Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.

Bob : Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.

Yunus : Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Mohon diteruskan kepada semua rekan Muslim dan Non-Muslim… Ini dapat menjawab sebagian pertanyaan mereka, khususnya kala non-Muslim bertanya mengapa ummat Islam tidak boleh mengkonsumsi babi…

Sumber: Ibrahim Ali Ahmad

Anda Yg Menentukan

Dalam suatu konfensi. Iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Masjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan pembawa risalah-Nya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.”

Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid, biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, tetapi CURI WAKTU MEREKA, sehingga mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”. “Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. “Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin.

Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipu daya untuk menyibukkan fikiran mereka,” Jawab sang iblis “Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”.

“Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6-7 hari dalam seminggu, 10-12 jam sehari, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong.” “Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.” “Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja”. “Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah.”

“Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan”. “Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini.” “Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya” “Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari”. “Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.

“Muat gambar wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka” “Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”. Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka suami akan mulai mencari di luaran”. “Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga.”

“Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.” Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop.” “Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.”

“Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa. “Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah.” “Dan Dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”

“PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL.” “RENCANA YANG BAGUS.” Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA”. “Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.” “Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya”. Sekarang pertanyaan saya adalah, “APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???”

“ANDALAH YANG MENENTUKAN..!!!”

( arsip 2 Nov 2003 )