Ambil Duitnya..

Seperti biasa pagi ini berangkat ke kantor bersama istri tercinta. Sepanjang jalan, jalanan ramai tidak hanya karena banyaknya kendaraan bermotor, tetapi spanduk kampanye (masih ada saja) mejeng di pinggir jalan. Ada salah satu spanduk yang cukup menarik, perhatikan gambar di bawah ini.

img_54511

Gambar ini diambil pada hari Selasa, 7 April 2009 jam 7:30WIB di daerah Cirendeu (seberang rumah bingung). Menggunakan camdig Canon Digital IXUS 30. Bagaimana menurut Anda ?

Ku Ketuk Pintu Surgamu

Beberapa hari ini saat menjelang sholat Ashar sengaja saya memilih di lantai 2 Masjid Nabawi. Dari lantai1 menuju lantai 2 melalui tangga yang di luar dugaan saya cukup membuat nafas ngos-ngosan,lumayan tinggi. Sampai lantai atas lantainya sangat dingin bisa bikin badan masuk angin. Tapi ada triknya, jalan di lantai 2 lewatilah warna lantai yg berbeda, lantai ini relatif lebih hangat, mungkin di bawahnya persis adalah jalur AC, justru malah gak terlalu dingin.

Selepas sholat Ashar menyalurkan hobi fotografi, baru belajar sih. Mencari hal yang unik untuk diangkat sebagai bentuk ibroh (pelajaran). Kali ini mengamati tingkah pola jamaah yangsedang “mengetuk pintu surga”.

090105-ngaji-img_46372

Gambar di bawah adalah seorang yang sedang mengaji. Dimanapun kan kubaca ayat-ayat-Mu ya Allah ya Tuhanku. Sekalipun diri ini tak sepintar para ilmuwan tapi jangan Kau pernah tutup hati ini dari rahmat dan ilmu-Mu.

090105-ngaji-img_4635

Bismillahi rahmannir rahim.. menuntaskan kewajiban Ashar, menutupnya dengan membaca Al-Quran.

090105-ngaji-img_4631

Membasuh muka, menutup doa, melipat sajadah dan meninggalkan masjid selepas dari sholat Subuh. Tidak demikian dengan bapak yang satu ini. Tidak jauh dari pintu masjid, di tengah hembusan udara pagi 5 derajat celcius di pelataran Masjid Nabawi seorang (masih)duduk kusyuk di atas sajadahnya. Tak lepas dari perhatian saya, tenang bersimpuh di atas bumi yg telah Allah sediakan untuk hambanya agar bisa bersujud pada-nya.

Sementara shaf kiri-kanan dan depan-belakang tak lagi ada jamaah. Perlahan saya mendekat untuk mengabadikan moment ini. Terkejut saya saat beliau menoleh kepada saya. Hanya senyum yg bisa saya sampaikan untuk menyapanya. Saya mohon ijin padanya untuk mengabadikan beliau. Salam saya untuk saudaraku dari India ini, “Assalamu’alaikum..”

090105-nabawi-img_4616

Dingin menemaniku membuka dan membaca Al-Quran.

090102-nabawi-img_4533

Saya berpikir apa iya baca Quran kudu duduk manis atau duduk bersila? Tidakkah Quran adalah kumpulan firman Allah sekaligus sumber ilmu pengetahuan? Sebagaimana buku ilmu pengetahuan yg perlu dibaca dan dinikmati tentu dengan suasana yang mengasyikkan. Di sini, di Masjid Nabawi saya temukan jawaban yang seolah menguatkan pendapat saya, bahwa, “Bacalah Quran ini dimana pun, kapan pun dan dalam kondisi apapun kamu.”

090102-nabawi-img_4532

Allah menyukai hambanya yang beriman. Dan lebih menyukai kaum mudanya yang beriman. bahwa disini saya hadirkan foto ini untuk menyampaikan kepada pembaca blog saya bahwa sangat tidak fair mengukur ketakwaan seseorang hanya dari pakaian luarnya saja. Melalui foto ini saya ingin sampaikan utnuk tidak menilai orang dari luarnya saja, dengan kain apa dia menutup tubuhnya apakah itu baju mahal atau sekedar kain gembel, dengan berbalut sorban atau hanya penutup kepala biasa tak jadi soal. Bahwa disini disampaikan aurat tetap terjaga, kesucian tetap diperhatikan dan kebersihan hati melebihi segalanya.

090201-nabawi-img_4543

Wahai pemuda, tengoklah dia. Dia sampaikan padaku untuk kusamapikan pada pembaca, “Siapa pun Anda dengan gaya berpakaian apapun, jagnlah pernah lepas dari Quran.”

Protected: Another Love

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Behind ‘d Scene

Pagi ini selepas subuh, saya tidak kembali ke hotel. Berjalan-jalan di seputar Masjid Nabawi. Mengamati aktivitas jamaah lain selepas sholat subuh.

Kemarin saat ziarah Nabawi bersama rombongan salah satunya mengunjungi Makam Baqi. Namun sayang waktu itu makam ini sedang ditutup jadi tidak bisa masuk. Tapi pagi ini saya berkesempatan memasuki area makam. Kali ini saya tidak akan menceritakan tentang Makam Baqi, tapi ada yang cukup menarik, setidaknya menarik buat saya. Yaitu aktivitas para jamaah tentang kegiatan foto memfoto.

Di bawah ini beberpa moment yang sempat saya abadikan. Perhatikan foto di bawah. Seorang dari Asia selatan, sepertinya dari India atau Pakistan sibuk mengatur posisi kamera HP-nya untuk memotret dirinya sendiri dengan background Masjid Nabawi. Sementara seseorang berbalut kain coklat tampak tertarik dg aktivitas ini. Lalu, yg sebelah lagi? Jangan2 nungu giliran difoto?

090104-baqi-img_4587

Masih di depan pintu gerbang Makam Baqi. Dengan aktivitas yang sama, seorang teman sibuk mengatur frame sebelum mengcapture gambar. Kali ini object yg diambil dg pose sedang berdoa dengan background Kubah Hijau. Saya cukup puas masih sempat mengambil moment ini, karena moment2 seperti ini adalah moment spontanitas. Tantangan saya dalam mengambil foto ini adalah, pertama, dua object foto saya yaitu yg memegang kamera dan yg difoto harus masuk dalam frame kamera saya. Kedua, background harus saya dapatkan secara maksimal agar bisa mendeskripsikan foto yg saya ambil. Ketiga, keseimbangan backround, saya ambil sample menaranya, antara batas frame kiri dan frame kanan saya usahakan seimbang. Keempat, garis simetris vertikal frame foto sebisa mungkin simetris. Ini bisa dilihat pada batas kiri foto dg ukiran pagar tampak simetris. Foto ini pada setting pencahayaan otomatis dan tidak menggunakan lampu blitz.

090103-baqi-img_4588

Selepas mengambil foto ini saya mencoba mencari object lain. Masjid Nabawi tak kan pernah bosan menjadikan Nabawi sebagai object foto. Kali ini saya mengambil dari sisi lain, sisi yang belum pernah saya explore. Foto diambil dari tangga menuju makam Baqi saat syuruk. Saya berharap banyak bias sinar matahari yang baru terbit memberi warna di dinding masjid. Matahari terbit dari sisi kanan saya. Saking ‘canggihnya’ camera saya, sampai tidak berhasil menangkap bias sinar matahri yg memantul di dinding masjid. Tapi ada yg menghibur saya, saat pengambilan gambar ini dari tangga paling atas dg posisi jongkok, banyak jamaah yg lewat. Dan beberapa rombongan sempat-sempatnya menggoda dg berdiri berlama-lama tepat di depan saya sengaja menutupi arah bidik kamera saya. “Waduw, kamera kok jadi gelap begini ya?” Ternyata seorang berdiri dg gagahnya menutupi lensa saya dengan senyum khas India dia mengajak bercanda. Assalamu’alaykum haji…

090104-nabawi-img_4593

Foto yang keempat ini terinspirasi dari foto P’Dedi Kusnadi. Beliau rekan satu jamaah haji dengan saya. Inspirasinya adalah mengambil object utama dari balik benda lain sekaligus menjadikannya sebagai frame object utama. Akan menghadirkan dua frame. Frame foto dan frame object. Ada kepuasaan tersendiri saat mengambil foto ini. Semula saya mengukur object yg saya bidik harus tepat dalam frame pagar yg saya pilih. Jarak menara di kiri (menara paling tinggi) dg pagar bersudut delapan saya inginkan sama dengan jarak pagar bersudut delapan dengan menara lampu. Tapi ternyata pengukuran ini mengakibatkan object utama Kubah Hijau bergeser tidak tepat di cekungan bawah pagar bersudut delapan. Tidak masalah, masih ada hal yg menarik yg bisa saya ambil. Perhatikan orang berkerudung merah yang berjalan dari kiri ke kanan. Sebenarnya orang ini bukan object target foto saya. Tetapi yang membuat saya puas adalah ‘timing yang pas’. Yaitu, posisi dia berdiri saat gambar diambil adalah pas di cekungan pagar segi delapan.

090104-nabawi-img_4594

Tahukah pemirsa dimana saya mengambil foto ini? Jawabannya ada pada foto di bawah ini. Idealnya untuk mengincar object Kubah Hijau harusnya saya ambil dari balik pagar tepat di depan orang yg lagi sholat (mengenakan mukena putih). Namun setelah beberapa saat saya menunggu beliau, sholatnya tak kunjung usai, maka akhirnya saya mengambil foto di depan orang yang mengenakan mukena kuning. Camera saya letakkan di lubang pagar yg bersudut delapan, kebayang kan posisi saya yang setengah berdiri? Jongkok nggak, bediri dalam posisi nanggung.

090104-nabawi-img_4591

Demikian Behind ‘d Scene saya tampilkan. Saran dan kritik tentunya akan sangat saya nantikan untuk mengasah hobi baru saya ini.

Baitullah, Masjidil Haram

Surat Ali ‘Imron (Keluarga Imron) ayat 96 (surat ke-3, Juz-3)

Inna awwala baitiw wudi’a lin-naasi lallazii bi Bakkata mubaarakaw wa hudal lil-aalamiin(*).

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

(*)Ahli Kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama kali dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah membantahnya.

081218-haram-img_4496

081217-harammaghrib-img_4488

081217-harammaghrib-img_4489

081217-harammaghrib-img_4490

081217-harammaghrib-img_4491

081217-harammaghrib-img_44921

081217-harammaghrib-img_4493

081217-harammaghrib-img_4494

Foto-foto ini diambil di area Masjidil Haram, Mekah. Waktu pengambilan sekitar pagi dan menjelang maghrib. Menggunakan camera Canon setting standart no-blitz.

Subuh, Masjid Nabawi

Subhanallah..

Saat Allah pertunjukkan di depan mata kita bagaimana Dia sembunyikan malam dan Dia bentangkan siang..

Lalu siapakah yang bisa melakukan ini selain Allah ?

a-090105-nabawi-img_4609

b-090105-nabawi-img_4612

c-090105-nabawi-img_46151

d-090103-nabawi-img_45481

f-090105-nabawi-img_46221

090107-nabawi-img_46681

h-090105-nabawi-img_4617

i-090105-nabawi-img_4618

j-090105-nabawi-img_4620

k-090105-nabawi-img_4621

l-090103-nabawi-img_4553

m-090103-nabawi-img_45561

n-090103-nabawi-img_4557

p-090104-nabawi-img_4601-1