Ku Ketuk Pintu Surgamu

Beberapa hari ini saat menjelang sholat Ashar sengaja saya memilih di lantai 2 Masjid Nabawi. Dari lantai1 menuju lantai 2 melalui tangga yang di luar dugaan saya cukup membuat nafas ngos-ngosan,lumayan tinggi. Sampai lantai atas lantainya sangat dingin bisa bikin badan masuk angin. Tapi ada triknya, jalan di lantai 2 lewatilah warna lantai yg berbeda, lantai ini relatif lebih hangat, mungkin di bawahnya persis adalah jalur AC, justru malah gak terlalu dingin.

Selepas sholat Ashar menyalurkan hobi fotografi, baru belajar sih. Mencari hal yang unik untuk diangkat sebagai bentuk ibroh (pelajaran). Kali ini mengamati tingkah pola jamaah yangsedang “mengetuk pintu surga”.

090105-ngaji-img_46372

Gambar di bawah adalah seorang yang sedang mengaji. Dimanapun kan kubaca ayat-ayat-Mu ya Allah ya Tuhanku. Sekalipun diri ini tak sepintar para ilmuwan tapi jangan Kau pernah tutup hati ini dari rahmat dan ilmu-Mu.

090105-ngaji-img_4635

Bismillahi rahmannir rahim.. menuntaskan kewajiban Ashar, menutupnya dengan membaca Al-Quran.

090105-ngaji-img_4631

Membasuh muka, menutup doa, melipat sajadah dan meninggalkan masjid selepas dari sholat Subuh. Tidak demikian dengan bapak yang satu ini. Tidak jauh dari pintu masjid, di tengah hembusan udara pagi 5 derajat celcius di pelataran Masjid Nabawi seorang (masih)duduk kusyuk di atas sajadahnya. Tak lepas dari perhatian saya, tenang bersimpuh di atas bumi yg telah Allah sediakan untuk hambanya agar bisa bersujud pada-nya.

Sementara shaf kiri-kanan dan depan-belakang tak lagi ada jamaah. Perlahan saya mendekat untuk mengabadikan moment ini. Terkejut saya saat beliau menoleh kepada saya. Hanya senyum yg bisa saya sampaikan untuk menyapanya. Saya mohon ijin padanya untuk mengabadikan beliau. Salam saya untuk saudaraku dari India ini, “Assalamu’alaikum..”

090105-nabawi-img_4616

Dingin menemaniku membuka dan membaca Al-Quran.

090102-nabawi-img_4533

Saya berpikir apa iya baca Quran kudu duduk manis atau duduk bersila? Tidakkah Quran adalah kumpulan firman Allah sekaligus sumber ilmu pengetahuan? Sebagaimana buku ilmu pengetahuan yg perlu dibaca dan dinikmati tentu dengan suasana yang mengasyikkan. Di sini, di Masjid Nabawi saya temukan jawaban yang seolah menguatkan pendapat saya, bahwa, “Bacalah Quran ini dimana pun, kapan pun dan dalam kondisi apapun kamu.”

090102-nabawi-img_4532

Allah menyukai hambanya yang beriman. Dan lebih menyukai kaum mudanya yang beriman. bahwa disini saya hadirkan foto ini untuk menyampaikan kepada pembaca blog saya bahwa sangat tidak fair mengukur ketakwaan seseorang hanya dari pakaian luarnya saja. Melalui foto ini saya ingin sampaikan utnuk tidak menilai orang dari luarnya saja, dengan kain apa dia menutup tubuhnya apakah itu baju mahal atau sekedar kain gembel, dengan berbalut sorban atau hanya penutup kepala biasa tak jadi soal. Bahwa disini disampaikan aurat tetap terjaga, kesucian tetap diperhatikan dan kebersihan hati melebihi segalanya.

090201-nabawi-img_4543

Wahai pemuda, tengoklah dia. Dia sampaikan padaku untuk kusamapikan pada pembaca, “Siapa pun Anda dengan gaya berpakaian apapun, jagnlah pernah lepas dari Quran.”

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s