Shockbreaker / Shockabsorber

Sent: Monday, September 20, 2004 6:42:49 AM


Mau tahu ayunan sockbreaker depan motor anda terlalu empuk atau keras? Caranya gampang, cukup gunakan CABLE TIES. "Diikat pada pipa garpu depan. Lalu jalankan motor seperti biasanya. Setelah itu perhatikan perubahan posisi cable ties. Itu akan menjadi indikator ayunan," beber benny Djati Utomo, tuner Star Motor di Bendungan Hilir.

Caranya begini. Mula-2 ikat cable ties pada kedua garpu depan, dekat sil pelindung debu. Saat memasangnya, motor harus dalam keadaan tanpa beban (tidak ada pengendara). Selanjutnya motor dijalankan. Usahakan melawati jalan-2 bergelombang serta tikungan (kiri & kanan). Jangan lupa pula melakukan pengereman-2 kecil seperti lazimnya ketika anda hendak memperlambat laju motor.

Jika sudah, segera turun dari motor. lalu posisikan motor pakai standar tengah. Kemudian ambil SIGMAT (kalo tidak ada gunakan saja penggaris biasa) lantas ukur ketinggian perubahan posisi kabel ties hingga ke ujung sil penahan debu. Perubahan posisi kabel menunjukkan jarak main sockbreaker. Normalnya berkisar 70-110 mm diukur dari free sag. Tergantung jenis motornya.

Misalnya jenis bebek seperti Shogun & Supra jarak mainnya ideal sekitar 75 mm. Sedang motor laki tipe sport seperti Ninja & Tiger kurang lebih 110 mm. Jika ternyata hasil pengukuran melebihi atau kurang dari angka tersebut, artinya ada yang tidak beres dengan kerja sok.

Bila lebih, berarti ayunan sok terlalu empuk.Penyebabnya bisa beberapa hal. Antara lain oli sockbreaker kurang atau viskositas (tingkat kekentalan) oli terlalu encer. Bisa juga karena per sudah lemah, sehingga daya kompresi sok berkurang. Alhasil sokbreker amblas terlalu dalam.

Sebaliknya, jika kurang dari angka tadi, artinya ayunan sok kelewat keras. Itu bisa karena oli di dalam sockbreaker kebanyakan atau terlalu kental. (DIC)

Kiat Memilih Sokbeker Asli

Pusat perdagangan kaki lima yang menawarkan aksesori dan komponen sepeda motor terus bermunculan di sejumlah wilayah di kawasan perkotaan. Mereka menjajakan hampir semua jenis keperluan sepeda motor. Dan, peredam kejut atau sockbreaker (asal kata dari shockabsorber) menjadi salah satu komponen penting yang banyak diperdagangkan di tempat tersebut.

Di sejumlah lokasi itu, sebagian pedagang menawarkan sockbreaker bekas. Dan mereka juga menyatakannya sebagai barang bekas. Namun, tak jarang di antara mereka yang memperdagangkan sockbreaker restorasi, alias barang bekas yang setelah diperbarui ditawarkan sebagai peredam kejut baru.

Guna mengantisipasi penipuan ini, perlu sedikit kerja ekstra sebelum memutuskan membeli sockbreaker yang diklaim pedagangnya sebagai produk baru. Kunci utama menghindari penipuan itu adalah bersikap teliti. Berikut rekomendasi yang perlu diikuti untuk memilih sokbeker --baik peredam kejut belakang maupun depan yang sering disebut sebagai garpu-- cara tepat.

* Cermati seluruh permukaan peredam kejut, apakah terdapat sejumlah titik cacat yang bisa saja hasil pengelasan. Biasanya bekas titik pengelasan --guna perbaikan bagian dalamnya-- kemudian dihaluskan dengan gerinda sebelum kembali dicat.

* Perhatikan pula cat pelapis produk itu. Teorinya, cat atau krom asli sangat sulit mengelupas karena tebal. Apabila terkelupas pun yang terlihat adalah logam bukan lapisan cat lain.

* Rasakan pula apakah tercium bau cat semprot. Kini terdapat pula cat semprot berwarna silver serupa dengan krom. Karena itu mungkin saja peredam kejut bekas dicat ulang, supaya nampak seperti produk baru. Waspadai pula karena untuk menghilangkan aroma cat baru, produk itu disemprot dengan vernis yang relatif tak menyebarkan bau.

* Amati cetakan huruf, merek atau kode pada bodi sockbreaker. Untuk peredam bekas, kode atau merk pasti tak tertutup lapisan cat baru. Lalu, cermati pula stikernya. Peredam baru stikernya tidak buram, tidak pula kusut dan harus melekat sempurna.

* Lihatlah lobang baut di bagian bawah peredam. Bila barang bekas, cat pada lobang bautnya pasti terkelupas. Untuk mengesankan sebagai produk baru, biasanya bagian ini dihaluskan dan didempul sebelum dipoles cat baru. Untuk menghindari kemungkinan terburuk, korek saja bagian itu dengan kuku. Jika tampak bekas dempul sudah dipastikan produk ini adalah barang bekas.

* Selanjutnya periksalah batang tengah sockbreaker. Pastikan tidak ada goresan, jika nampak sejumlah luka berarti sockbreaker itu sudah sering naik-turun menahan beban atau dengan kata lain sudah pernah digunakan.

* Terakhir, tarik dan tekan batang sockbreaker. Pastikan jalannya batang tidak tersendat-sendat. Karena jika terjadi sendatan itu berarti ada udara di dalamnya. Dan, kalau itu terjadi, maka hanya ada dua kemungkinan, sockbreaker bekas atau peredam rusak.

( berbagai sumber )

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s