Behind ‘d Scene

Pagi ini selepas subuh, saya tidak kembali ke hotel. Berjalan-jalan di seputar Masjid Nabawi. Mengamati aktivitas jamaah lain selepas sholat subuh.

Kemarin saat ziarah Nabawi bersama rombongan salah satunya mengunjungi Makam Baqi. Namun sayang waktu itu makam ini sedang ditutup jadi tidak bisa masuk. Tapi pagi ini saya berkesempatan memasuki area makam. Kali ini saya tidak akan menceritakan tentang Makam Baqi, tapi ada yang cukup menarik, setidaknya menarik buat saya. Yaitu aktivitas para jamaah tentang kegiatan foto memfoto.

Di bawah ini beberpa moment yang sempat saya abadikan. Perhatikan foto di bawah. Seorang dari Asia selatan, sepertinya dari India atau Pakistan sibuk mengatur posisi kamera HP-nya untuk memotret dirinya sendiri dengan background Masjid Nabawi. Sementara seseorang berbalut kain coklat tampak tertarik dg aktivitas ini. Lalu, yg sebelah lagi? Jangan2 nungu giliran difoto?

090104-baqi-img_4587

Masih di depan pintu gerbang Makam Baqi. Dengan aktivitas yang sama, seorang teman sibuk mengatur frame sebelum mengcapture gambar. Kali ini object yg diambil dg pose sedang berdoa dengan background Kubah Hijau. Saya cukup puas masih sempat mengambil moment ini, karena moment2 seperti ini adalah moment spontanitas. Tantangan saya dalam mengambil foto ini adalah, pertama, dua object foto saya yaitu yg memegang kamera dan yg difoto harus masuk dalam frame kamera saya. Kedua, background harus saya dapatkan secara maksimal agar bisa mendeskripsikan foto yg saya ambil. Ketiga, keseimbangan backround, saya ambil sample menaranya, antara batas frame kiri dan frame kanan saya usahakan seimbang. Keempat, garis simetris vertikal frame foto sebisa mungkin simetris. Ini bisa dilihat pada batas kiri foto dg ukiran pagar tampak simetris. Foto ini pada setting pencahayaan otomatis dan tidak menggunakan lampu blitz.

090103-baqi-img_4588

Selepas mengambil foto ini saya mencoba mencari object lain. Masjid Nabawi tak kan pernah bosan menjadikan Nabawi sebagai object foto. Kali ini saya mengambil dari sisi lain, sisi yang belum pernah saya explore. Foto diambil dari tangga menuju makam Baqi saat syuruk. Saya berharap banyak bias sinar matahari yang baru terbit memberi warna di dinding masjid. Matahari terbit dari sisi kanan saya. Saking ‘canggihnya’ camera saya, sampai tidak berhasil menangkap bias sinar matahri yg memantul di dinding masjid. Tapi ada yg menghibur saya, saat pengambilan gambar ini dari tangga paling atas dg posisi jongkok, banyak jamaah yg lewat. Dan beberapa rombongan sempat-sempatnya menggoda dg berdiri berlama-lama tepat di depan saya sengaja menutupi arah bidik kamera saya. “Waduw, kamera kok jadi gelap begini ya?” Ternyata seorang berdiri dg gagahnya menutupi lensa saya dengan senyum khas India dia mengajak bercanda. Assalamu’alaykum haji…

090104-nabawi-img_4593

Foto yang keempat ini terinspirasi dari foto P’Dedi Kusnadi. Beliau rekan satu jamaah haji dengan saya. Inspirasinya adalah mengambil object utama dari balik benda lain sekaligus menjadikannya sebagai frame object utama. Akan menghadirkan dua frame. Frame foto dan frame object. Ada kepuasaan tersendiri saat mengambil foto ini. Semula saya mengukur object yg saya bidik harus tepat dalam frame pagar yg saya pilih. Jarak menara di kiri (menara paling tinggi) dg pagar bersudut delapan saya inginkan sama dengan jarak pagar bersudut delapan dengan menara lampu. Tapi ternyata pengukuran ini mengakibatkan object utama Kubah Hijau bergeser tidak tepat di cekungan bawah pagar bersudut delapan. Tidak masalah, masih ada hal yg menarik yg bisa saya ambil. Perhatikan orang berkerudung merah yang berjalan dari kiri ke kanan. Sebenarnya orang ini bukan object target foto saya. Tetapi yang membuat saya puas adalah ‘timing yang pas’. Yaitu, posisi dia berdiri saat gambar diambil adalah pas di cekungan pagar segi delapan.

090104-nabawi-img_4594

Tahukah pemirsa dimana saya mengambil foto ini? Jawabannya ada pada foto di bawah ini. Idealnya untuk mengincar object Kubah Hijau harusnya saya ambil dari balik pagar tepat di depan orang yg lagi sholat (mengenakan mukena putih). Namun setelah beberapa saat saya menunggu beliau, sholatnya tak kunjung usai, maka akhirnya saya mengambil foto di depan orang yang mengenakan mukena kuning. Camera saya letakkan di lubang pagar yg bersudut delapan, kebayang kan posisi saya yang setengah berdiri? Jongkok nggak, bediri dalam posisi nanggung.

090104-nabawi-img_4591

Demikian Behind ‘d Scene saya tampilkan. Saran dan kritik tentunya akan sangat saya nantikan untuk mengasah hobi baru saya ini.

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s