Gothak-gathuk RI-1

Pemilihan Umum sedang count down. Semakin hari semakin dekat saja dengan hari-H. Berbicara pemilu artinya berbicara siapa yang nantinya akan didudukkan menjadi pemimpin negeri ini. Dan itu artinya semakin sedikit waktu tersisa mendekati hari-H, maka akan semakin jelas siapa-siapa yang akan dicalonkan. Berikut nama-nama yang menurut penulis sudah ramai dibicarakan orang :

1. Susilo Bambang Yudoyono (incumbent)

2. Megawati Soekarnoputri

3. Jusuf Kalla

4. Prabowo Soebianto

5. Sri Sultan Hamengkubuwono X

6. Hidayat Nurwahid

7. Deddy Mizwar

8. Sutiyoso

9. Rizal Ramli

Deretan nama-nama di atas bisa jadi akan terus bertambah. Memang terlalu dini untuk mengatakan siapa yang menjadi unggulan. Tapi bila melihat kendaraan politik yang mengusung nama-nama tersebut bisa sedikit tergambarkan kekuatan mereka. Sebutlah kendaraan Demokrat, Golkar, PDIP dan Gerindra. Namun nama-nama yang diusung oleh selain parpol2 di atas tidak serta merta tanpa kekuatan.

Jangan lupa biasanya diendingnya nanti akan mengarah ke koalisi, bisa ditebak, salah satu tujuan koalisi adalah menguatkan posisi dan mengamankan dominasi.

Lalu kenapa koalisi sampai sekarang belum terbentuk? Sepintas ini adalah bentuk strategi masing-masing partai menjaga wibawa partai masing2. Tdk ada partai di negeri ini yg dengan serta merta menyatakan berkoalisi / bahasa lebih kasarnya nebeng partai lain yg dianggap lebih solid. Sementara parpol2 yg lebih eksis tentu akan saling menunggu dan membaca pergerakan lawan politiknya. Siapa melamar siapa untuk berkoalisi. Cukup sulit untuk tidak berkoalisi mengingat kekuatan yg relatif seimbang. Sementara tanpa koalisi maka sulit tercapai kata dominan dalam menjalankan roda pemerintahan. Dan bila tidak bis adominan itu artinya sedang mempertaruhkan roda pemerintahannya kaan mudah digoyang oleh oposisi. Dan sejarah bertutut, pemerintahan yang dibentuk dari koalisi tentulah sedang mengandung janin perpecahan internal pemerintahan. bagaimanapun juga koalisi terbentuk bukan dari 1 parpol dan tentunya setiap parpol memiliki pandangan yg berbeda. Kita lihat saja mau seperti apa pergerakan mereka (parpol).

kembali ke calon RI-1. Bagi penulis tidaklah penting menyebut figur, tapi sangatlah penting apakah salon pemimpin tsb memiliki kriteria-kriteria tertentu sebagaimana kriteria yang layak dimiliki oleh seorang pemimpin. Berikut kriteria yang layak dimiliki seorang pemimpin :

- memiliki rasa empati

- memiliki basis massa yang kuat, karena pemimpin nanti tdk akan mampu berjuang sendirian tanpa dukungan baik patner (melalui koalisi) atau dukungan murni dari massanya sendiri.

- memiliki kewibawaandan wawasan yang luas

- mengerti konsep kenegaraan

- dan yg ini sangat mudah namun paling penting, pemimpin sejati bagi penulis adalah “TIDAK PERNAH MENCALONKAN DIRI SEBAGAI PEMIMPIN”.

Oke pembaca bisa lelah mengupas politik. Dan yang pasti pagi ini saya bisa gak kerja-kerja kalo kudu nulis politik panjang lebar.

Oh ya, usulan saya tentang pemimpin negeri ini. Bagaimana kalo menempatkan Prabowo di RI-2?

Dan RI-1 nya adalah…

Diproteksi: DC IT-Ops

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Diproteksi: Antara Air, Kopi dan Gula

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Tulisan Truk


Pernah perhatikan tulisan-tulisan di bak truck? Di bawah ini contohnya :


Anda butuh waktu, kami butuh uang

Naik Gratis,Turun Bayar

Ma2ku 1/3 dis — > mamaku seperti gadis.. :P

THE ME anak IS 3 > demi anak istri

JANGAN DINIKAHI BILA SEGEL RUSAK

TABAH MENANTI

Ku Nanti Jandamu

SEKARANG BAYAR, BESOK GRATIS

WWW.APKTNTAJ. COM> maksudnya?? hahahaha.. ape kate ente aje , ternyata….

Ber 2 1 7 an > berdua 1 tujuan

MER – 123 – LUCK > mertuwa galak.. haha.. bisa jah..

THONK HE LOVE > tong hilap, alias don;t porget

be are the kill us all come fuck >biar dekil asal kompak.. huaahahaha..

BE YOUNG CARE ROCK > biang kerok

Alone By Must > ini apa artinya? > alon bae mas!!!

Cintamu Tak Semurni Bensinku

Ja 500 P Let > jago pelet

BURONAN MERTUA

on any book an plumb pleasant > hauahaha.. “onani bukan pelampiasan ;P*

BERSATU DI PANGKALAN BERSAING DI JALANAN

Bercinta di Bis Berpisah di Terminal

STREET FIGHTER > maksudnya preman?

PUTUS CINTA sudah biasa
PUTUS ROKOK merana
PUTUS REM matilah kita

Cintaku Berat Di Bensin

MAN 7 jur > mantu jujur

JUM’AT KELABU > Trayek Ps. Jumat – Pd. Labu

Mencari nafkah demi desah (walah!!!! Ki maksude apa?)

UCOK= Uang Cukup Ongkos Kurang

Lupa namanya, ingat rasanya (kebiasaan pantura!!!!! )

Enak tapi dosa (iki apa meneh?)

Istri goyang suami basah (duuuuuh…. ……… ……)

pergi karena tugas & pulang karena beras..

rejekiku dari silitmu > tulisan di truk sedot tinja

MATSIBISHA

cinta ditolak dukun terbahak

goyang pantura

Pulang malu, tak pulang rindu..

Cinta putus kimpoi pun tak jadi

JANDA BARU NENEN —> Trayek Juanda – Ps.Baru – Senen

JANDA 1/3 DIS

Do Now .. Casino … In Draw … War Cop DKI

bukan salah ibu mengandung.. .
salah bapak nggak pake sarung (he23x……..)

LONG STREET OF MEMORY -> Sepanjang Jalan Kenangan

Ora Sama Bin Lain

besar di rantau, tua di jalan

tak sehina yang kau duga

ABANG YANG ENAK ADE YANG BERANAK

Kalau gadismu tak kudapat, jangan harap jandamu bisa lolos

Menerobos Lampu Merah

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.

Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam
hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"

"Hai, Jack." Tanpa senyum.

"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah."

"Oh ya?" Tampaknya Bob agak ragu.

Nah, bagus kalau begitu. "Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan
anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."

"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi
lampu merah di persimpangan ini."

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi. "Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala." Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu."

Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan
menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah
cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.

Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota.
Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa?
Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.

"Halo Jack, Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah.

-Bob-"

Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

Sejak Kentutan Pertama

Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istrinya, suatu hari si suami berkata kepada istrinya, "Sayang, kita pergi yuk, tapi mata kamu harus ditutup yah...!" "Kok harus ditutup sih mas..?" kata istrinya. "Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu.."

Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi, begitu sampe di tempat yang dituju mereka turun, kemudian si suami mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istriya, tapi si suami masih belum mengijinkan istrinya membuka tutup mata.

Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih malu sama suaminya si istri pura-pura minta tolong dibikinin minuman, "Mas, ambilin saya minum dong..!" Suaminya kemudian pergi mengembil minuman, ketika suaminya pergi si Istri buang angin "tuuuut.." Pas si suami datang membawa minuman, ternyata si
istri masih ingin buang angin, akhirnya dia bilang ke suaminya, "Mas minumannya kurang manis, tambahin gula lagi yah.." Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman istrinya, ketika suaminya pergi si istri kentut lagi "tuuuuuut.." Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman, tapi ternyata si istri masih ingin buang angin, akhirnya dengan berberat hati si istri minta ditambahkan gula lagi, saat si suami pergi istrinya kembali buang angin "Tuuuuut"

Akhirnya si istri merasa lega karena telah selesai dari keinginan buang
anginnya. Ketika si suami tiba dan menyerahkan minuman, kemudian si suami
membuka tutup mata si istrinya. Si istri terkejut karena ternyata di rumah
sudah banyak orang dan disampingnya ada mertuanya, sambil malu-malu si
istri bertanya pada mertuanya, "Oh Bapak, sudah lama datang..?" Kemudian
sang mertua menjawab, "Sudah, sejak kentutan pertama..."